Senin, November 16, 2009

KEBENARAN PERSAHABATAN

Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dia lah ladang hati, yang kautaburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pula lah naungan dan pendianganmu, karena kau menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat hati lapar dan mencarinya saat tubuh butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikan kata “tidak” kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; Karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan suka cita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai butuh gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung, daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan. Karena kasih yang menyisakan pamrih, diluar jangkauan misterinya, bukan lah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkan lah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu, hingga kau senantiasa mencarimu untuk sekedar bersama dalam membunuh waktu? Cari lah ia, untuk bersama, menghidupkan sang waktu! Karena dia lah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan untuk mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkan lah ada tawa ceria, berbagi kebahagiaan. Karena di dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar hari dan gairah segar kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar